Kiamat Media Massa Sosial Sudah Dekat, Mark Zuckerberg Ungkap Penggantinya

Kiamat Media Massa Massa Sosial Sudah Dekat, Mark Zuckerberg Ungkap Penggantinya

Jakarta – Masa kejayaan media sosial sebagai wadah manusia modern untuk berinteraksi sudah berakhir. Setidaknya begitu yang dimaksud diindikasikan pendiri lalu CEO Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp, Threads), Mark Zuckerberg. 

Pernyataan yang disebutkan terungkap ketika Zuckerberg di persidangan terkait gugatan oleh Federal Trade Commission (FTC) menghadapi dominasi Meta, induk Facebook kemudian Instagram, di dalam pangsa media sosial.

Menurut Zuckerberg, tren berbagi momen pribadi ke Facebook mengalami penurunan signifikan. Hal ini bisa jadi dilihat dari jumlah total teman baru yang ditambahkan khalayak ke jaringan media sosial pertama ciptaannya.

“Bahkan jumlah total teman baru yang tersebut ditambahkan orang, saya rasa telah lama menurun,” ujarnya, diambil dari Ars Technica, Senin (19/5/2025).

Perlu diketahui, FTC menuduh Meta menyalahgunakan dominasi di dalam pasar media sosial dengan membeli pesaing-pesaingnya demi memonopoli koneksi personal antar pengguna.

Namun, Meta menegaskan bahwa pada saat ini merek menghadapi persaingan penting dari media baru seperti TikTok, yang digunakan tiada berfokus pada koneksi sosial tradisional, melainkan pada algoritma penemuan konten.

Zuckerberg menekankan sebagian besar interaksi sosial terjadi melalui berbagi konten hiburan kreator lewat arahan pribadi, tidak lagi dari unggahan teman dekat.

Itulah sebabnya Meta meluncurkan ciri Reels kemudian mengadopsi elemen dari TikTok untuk mempertahankan relevansi.

“TikTok sekarang tambahan besar daripada Facebook maupun Instagram, juga saya tidak ada suka pada waktu kompetitor kami mengungguli kami,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa Meta tak berencana membeli TikTok, mengingat kegelisahan berhadapan dengan kegiatan bisnis yang berbasis dalam China.

Namun, argumen Meta bahwa TikTok merupakan pesaing secara langsung disangsikan di pengadilan. Hakim mempertanyakan apakah TikTok benar-benar dapat menggantikan fungsi Facebook di menjaga hubungan personal.

Pakar hukum Kenneth Dintzer mencatatkan bahwa Zuckerberg tampaknya mencoba untuk mengajukan teori yang dimaksud berbeda yang dimaksud menjelaskan mengapa TikTok merupakan saingan mereka.

Ia mencoba untuk mendefinisikan ulang “media sosial” untuk mengatasi skeptisisme hakim di mempertimbangkan TikTok sebagai saingan Meta yang tersebut sebenarnya.

“Teori Zuckerberg, menyatakan bahwa apabila saya membuka sesuatu di TikTok atau di dalam YouTube, kemudian saya mengirimkannya ke teman, itulah media sosial,” jelas Dintzer.

Raksasa teknologi memang sebenarnya sedang menghadapi perkara dugaan monopoli pada beberapa negara, di antaranya Negeri Paman Sam serta Uni Eropa. Tak cuma Meta yang tersebut terjerat, tetapi juga Google hingga Apple. 

Artikel ini disadur dari Kiamat Media Sosial Sudah Dekat, Mark Zuckerberg Ungkap Penggantinya